Sunday, 26 February 2012

My New Cerpen

A Dreamer Girl ”Nayla bangun ini sudah siang!” ibu Nayla berteriak agar Nayla terbangun dari mimpinya.”huhh ibu kenapa bangunin aku sihh padahalkan mimpiku ini lagi seru tahuu” gerutu Nayla. Nayla bergegas bangun dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Sesampainya disekolah sahabat Nayla yang bernama Gisha segera mengejutkan Nayla,”ehh miss dreamer,udah dateng tumben lu ngga telat ?” yee untungnya tadi pagi ibu gue bangunin gue dengan suara merdunya jadinya gue ngga telat deh,ohh iya lo mau tau ngga ? ”pasti tentang mimpi lo semalem ya?” yaiyalahh... Semalem mimpi gue itu mimpi terindah yang pernah gue mimpiin. “emang lo mimpiin tentang apa nay ? Tanya gisha. Semalem itu gue mimpi ketemu sama pangeran yang akan menjadi suami gue ! “hahh? Mimpi lu kaya dinegeri dongeng aje” kata Gisha. Gapapa yang penting suatu saat pasti gue bakal ketemu sama pangeran itu,”iya deh percaya ya semoga aja ketemu” kata Gisha. Yaudah yuk kita masuk keburu bu Riwa masuk. Di dalam kelas sangat berisik namun semuanya seketika terdiam ketiwa bu Riwa masuk dengan membawa seorang anak laki-laki.OMG! Gisha lo liatkan dia,dia itu mirip banget sama pangeran yang gue mimpiin semalem,”masa sihh ? tapi dia ganteng banget !” yee awas lo jangan sampe kepincut pokoknya dia pangeran gue ! “iya iye” kata Gisha dengan lemes. “hai semua,perkenalkan nama saya Ryandika Lastiko,saya pindahan dari Sevilla school in Singapore” “wahh ada bule dari Singapore!” kata salah satu anak kelas. “sudah semuanya tenang, Ryan kamu boleh duduk disana !” Dan ternyata Ryan duduk tidak jauh dari tempat duduk Nayla. Saat bel istirahat berbunyi Nayla langsung menemui Ryan dan mengajaknya berkenalan,tidak disangka mereka asyik ngobrol dan tidak terasa kalau bel pulang pun berbunyi. Saat Nayla bergegas pulang Ryan menawarkanya untuk pulang bareng. Tawaran Ryan itu langsung di terima Nayla. Hati Nayla berdetak sangat cepat seakan-akan ia akan terbang menaiki kuda Pegasus bersama pangeran yang dia cintai. Keasyikan berkhayal ternyata sudah sampai didepan rumah. Ryan membangunkan Nayla dari tidur singkatnya “Nay,bangun dong udah nyampe rumah kamu nihh” dengan tersipu malu Nayla mengucapkan terimakasih kepada Ryan karena sudah mengantarkanya pulang. Hari demi hari Nayla semakin dekat dengan Ryan namun pada suatu ketika ada seorang gadis sedang menunggu digerbang sekolah dan berjalan menuju arah Nayla dan Ryan. Awalnya Ryan tidak tahu kalau akan ada seorang gadis yang akan menghampirinya. Gadis itu langsung menutup mata Ryan dan ingin Ryan menebak siapa dia,Ryan menjawab “kamu Kesha ?” Kesha menjawab ”yahh ketauan lagi deh..” Nayla agak bingung dengan sikap gadis itu kenapa dia begitu akrab dengan Ryan ? atau jangan-jangan dia pacarnya Ryan ? karena tidak mau mengganggu Nayla memutuskan untuk pulang bersama sahabatnya. Di sepanjang jalan Nayla tidak berhenti memikirkan siapa gadis itu ? “Gis,menurut lo dia itu siapanya Ryan ya ? “Mana gue tau,mungkin dia temenya Ryan kali. Yaudah sihh ngga usah dipikirin mendingan besok lo langsung Tanya aja ke Ryan !” yaudah dehh besok gue harus langsung Tanya ke Ryan siapa cewe itu ! Keesokan harinya,sesampainya Nayla di sekolah dia langsung mencari Ryan dan menanyakan siapa gadis yang menemuinya kemaren. Dan ternyata Gadis itu adalah pacarnya Ryan saat di Singapore,seketika air mata Nayla keluar dan tidak terbendung lagi. Nayla pun lari untuk menghindar dari Ryan untuk beberapa saat. Ryan bingung dengan sikap Nayla yg aneh,kemudian dia memutuskan untuk menanyakan sikap Nayla ke Gisha. Dengan panjang lebar Gisha menjelaskan kepada Ryan kalau Nayla itu pernah bermimpi kalau dia akan bertemu dengan pangeranya dan pangeranya itu mirip seperti Ryan. Ryan agak bingung dengan carita Gisha itu. Namun sebenarnya Ryan suka kepada Nayla,tetapi dia mencoba menahan perasaan itu agar tidak melukai siapapun.

No comments:

Post a Comment